

Nasehat ini sebenarnya pengalaman pribadi seseorang yang tak perlu saya sebutkan namanya, saya kagum dan menurut saya nasehat ini bukan hanya ditujukan baginya saja. Tapi patut ditujukan pada setiap orang yang memikul jalan ini yaitu jalan dakwah yang mulia, siapapun dia. Baik Ikhwan atau Akhwat.
Saya sendiri merasa tersentuh ketika membacanya dan jadi motivasi tersendiri.
Sedikit saya ceritakan awal mula surat ini yaitu:
Ketika seorang pemuda biasa dan sederhana mulai terbakar jiwanya dan rindu akan kebesaran nama-Nya di agungkan di mika bumi ini, ternyata di sisi yang sama ada seorang akhwat yang tanpa disangka memilki ghirah (semangat) yang sama. Namun dalam realitanya, mereka sama-sama hanya manusia biasa dengan segala keterbatasannya yang hanya bekerja di sebuah lembaga pendidikan formal.
Lalu ketika sang pemuda mulai lebih condong terhadap apa yan dia yakini da dia cintai, maka pada suatu saat ia pun berpamitan untuk pergi menimba ilmu syar’i demi tegaknya kalimatulloh yang tertinggi.
Ketika si akhwat ini mengetahui akan kepergian sang pemuda maka ia pun menulis surat sebagai pesan nasehat. Inilah isi nasehatnya:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
8 DESEMBER ’07, In the Name of الله
“Jangan pernah berhenti” MENGEPAKAN SAYAPMU”, biarkan cobaan itu membuatmu kuat. Biarkan derasnya terpaan itu membuatmu gesit berkelit. Biarkan jiwa-jiwa pemenang itu memenuhi hatimu. Biarkanjiwa-jiwa sabar yang menjadi penyejuk bagimu. “SELAMAT TERBANG”. Selamat tak henti mengepakkan sayapmu.” (Puisi dr Irfan Toni Herlambang)
Saudaraku,
Hari ini tiba, saatnya kita berpisah, tapi tunggu … don’t be sad!
Perpisahan bukan berarti akhir dari kehidupan, perpisahan hanya sekedar,bukan? Masih panjang perjalanan yang akan kau tempuh, masih panjang perjuangan yang harus kau jalani…
Saudaraku,
Saat ini, saudarimu hanya ingin sedikit berbagi … tapi Insya الله ini bermanfaat untukmu kelak …
- Saudaraku, engkau adalah seorang aktivis dakwah, maka …
~ Jagalah keimananmu kepada الله
, yaitu yakinlah hatimu bahwa:
Ajal mutlak di tangan الله ![]()
Rezeki berada di tangan terbaik الله ![]()
الله
Maha Mendengar dan Maha Melihat
- Akhi Fillah …
~ Jagalah keikhlasanmu, yaitu :
~ Setiap aktivitas yang kau lakukan semata-mata hanya menghadap ridho الله ![]()
~ Setiap amal perjuangan dan kehidupan sosial harus sesuai dengan tuntunan syari’at الله ![]()
~ Senantiasa melakukan “MUHASABAH”
~ Senantiasa waspada terhadap tipu daya syetan ... syaithan ...
- Saudaraku jami’illah
~ Jagalah saja’ah / keberanianmu, yaitu peliharalahkeberanian dalam hatimu, yang bersumber dari ruh keimanan kepada الله
, karena “Dia” merupakan kekuatan jiwa yang harus dimilki seorang aktivis dakwah.
- Saudaraku yang sabar …
~ Jagalah kesabaranmu, karena sabar mengantarkan kepada ketabahan, ketegaran dalam menghadapi ujian apapun …
- Saudaraku …
~ Jagalah optimismemu, karena optimis merupakan kekeuatan bagi jiwa untuk menyongsong hari esok penuh semangat, mendorong menuju cita-cita dengan penuh keyakian dan senatiasa memacu diri untuk bersikap berani hingga meraih keberhasilan dan kemenangan …
Saudaraku …
Esok hari kau akan mengarungi kehidupan fase berikutnya, tanggungjawab yang baru telah menantimu : berbakti kepada orangtua (tentunya …^_^), bekerja, membangun rumah tangga, mendapat amanah mendidik anak-anakmu, dsb …
Untuk dapat melalui itu semua ingatlah … tetap ISTIQOMAH dengan keimananu, ikhlas melakukannya, sabar atas kehendak-Nya, pasrahkan hidupmu kepada-Nya, tawakkal ilallah … dan jangan pernah berhenti bersyukur kepada-Nya …
Saudaraku …
Hanya itu yang dapat saudarimu ini bagi, salam hormat untuk kedua orangtuamu …
Salam persaudaraan dariku, semoga الله
mempertemukan kita kembali di dunia, dan akhirat kelak Insya الله ... Amiin yaa Rabbul ‘alamiin ...
Saudarimu ...
I M
Semoga kita semua termasuk dari bagian orang-orang yang ditetapkan istiqomah dijalan-Nya hingga ajal menjemput ... saya berharap tulisan ini akan menjadi motivasi, bukan hanya bagi saya tapi juga anda semua, amiin ...
Dan ingatlah bahwa, “Sesungguhnya Alloh
akan mengumpulkan kita, bersama orang yang kita cintai. Jika saja cinta itu hanya karena Alloh, maka niscaya kita akan bersama-sama dengan orang-orang yang mencintai-Nya.”
Setan menggunakan strategi gradual (bertingkat) baik isi maupun metode dakwahnya. Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah menyebutkan ada enam tahapan yang dilalui perjalanan dakwah setan.
Tahap pertama
Pengkafiran atau pemusyirikan manusia. Jika yang didakwahi itu dari kalangan muslimin, maka setan akan melangkah ketahapan dakwah berikutnya.
Tahap kedua
Pembid’ahan. Yaitu menjadikan menusia sebagai Ahlul bid’ah Seandainya yang diajak dari kalangan Ahli Sunnah, maka dimulailah tahap ketiga.
Tahap ketiga
Pemerangkapan manusia dengan dosa-dosa besar. Jika manusia dilindungi oleh Allah dari melakukan dosa-dosa besar, setan tidak putus asa, untuk terus menggoda.
Tahap keempat
Pemerangkapan manusia dengan dosa-dosa kecil.Jika manusia selamat dari dosa-dosa kecil setan melangkah ketahap yang lain.
Tahap kelima
Penyibukan manusia dalam masalah-masalah yang mubah (boleh), sehingga orang itu menghabiskan waktunya untuk hal yang mubah, tidak sibuk dalam hal yang berpahala, yang kita semua diperintahkan untuk mengamalkannya.
Tahap keenam
Penyibukan manusia dalam urusan-urusan sepele sehingga ia tinggalkan persoalan-persoalan yang lebih penting dan yang lebih baik. Misalnya, sibuk dengan amalan sunnah, meninggalkan amalan wajib .
JERAT-JERAT SETAN ITU TIDAK TERHITUNG JUMLAHNYA.
Diantaranya:
A. mengadu domba sesama muslim dan buruk sangka
dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori Rasulullah bersabda : ” Sesungguhnya iblis telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang sholeh, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka.”
Yakni setan menyebarkan permusuhan, kebencian dan fitnah di antara mereka.
Buruk sangka itu biasanya datangnya dari setan, sebagaimana hadist Shafiyyah binti Huyay [istri Rasulullah] bekata : “Ketika Rasulullah sedang beri’tikaf di masjid, saya mendatanginya di suatu malam dan bercerita. Kemudia saya pulang diantar beliau. Ada dua orang anshor berjalan dan ketika keduanya melihat Rasulullah mereka mempercepat jalannya, rasululah berkata: “Pelan-pelanlah. Dia itu Safiyah binti Huyay”. Mereka berkata: Maha suci Allah , Rasulullah!” Rasulullah bersabda . “Sesungguhnya setan berjalan di tubuh anak adam pada peredaran darah, aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua, sehingga timbul prasangka yang buruk.” (Bukhori 4:240,Muslim 2174-2175)
Setan itu suka mengadu domba antar sesama kita sebagaimana dijelaskan oleh hadist yang diriwayatkan Sulaiman bin Sird, Ia berkata: “Saya pernah duduk bersama Rasulullah di sana ada dua orang yang sedang saling mencaci. Salah satu dari keduanya wajahnya merah dan ototnya mengeras karena marah.”Rasulullah besabda : “ Akan aku ajarkan satu kalimat yang dapat menghilangkan marah ketika diucapkan. Seandainya dia mengucapkan: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk”, maka hilanglah marahnya.” (Bukhori 10:431)
B. Menghiasi Bid’ah bagi manusia
Setan mendatangi manusia dengan mengatakan bahwa bid’ah itu sesuatu yang indah seraya mengatakan: “Sesungguhnya manusia di zaman ini sudah meninggalkan ibadah dan sulit dikembalikan. Mengapa kita tidak mengerjakan sebagian peribadahan lalu kita bagus-baguskan dengan tambahan dari kita agar manusia mau kembali beribadah?”. Kadang-kadang setan mendatangi dengan cara penambahan terhadap ibadah yang ada dalam sunnah rasulullah. Lau berkata, “tambahan kebaikan tentu merupakan kebaikan juga. Maka tambahlah dalam sunnah tersebut suatu bentuk ibadah yang mirip dengan sunnah , atau sandarkan ibadah baru pada sunnah tersebut.” Sebagian manusia lain didatangi dengan bujukan,
“Sesungguhnya manusia sudah jauh dari Dien ini, mengapa tidak kita buat hadist-hadist yang dapat menakut-nakuti mereka ?”…Maka orang-orang mengarang hadist palsu yangndisandarkan pada Rasulullah sambil berdalih, “kami memang berdusta , namun kami bukan berdusta menentang Rasulullah saw melainkan berdusta dalam rangka membela beliau?!”
Mereka berdusta membela Rasulullah ???!! Dikaranglah oleh mereka hadist untuk menakut-nakuti manusia dari neraka, memberikan manusia gambaran dengan cara-cara aneh. Demikian pula mereka menggambarkan surga dengan cara aneh pula!
Kita menegetahui bahwa ibadah itu adalah taufiqiyah, yaitu mengambilnya dari Rasulullah sebagaimana petunjuk Allah yang datang kepada beliau, tidak boleh kita tambahi atau kita kurangi. Kelakuan yang mereka lakukan itu adalah bid’ah dari karangan setan.
C. Membesar-besarkan satu aspek atas aspek lainnya
Kadang seseorang terjatuh pada banyak dossa-dosa dan maksiat, namun dia tetap sholat sebagai alasan penutup kekurangannya itu. Dia berdalih bahwa shalat itu adalah ‘imaadud-dien (tiang agama), yang pertama kali di Hisab di Hari Perhitungan (Akhirat), maka tidak mengapa dirinya jatuh dalam sebagian maksiat. Dia menjadikan sesuatu yang paling agung, untuk menghalalkan kekurangannya dalam ibadah-ibadah lain. Dibesar-besarkanya urusan shalat atas lainnya.!
Benar bahwa shalat adalah ‘imadud-dien, namun bukan keseluruhan kandungan Dien ini! Setanlah yang mendatangi orang ini untuk menghalalkan kekuragan dirinya!
Kadang setangpun mendatangi seorang manusia lain untuk mengatakan, “Dien ini adalah muamalah (pergaulan/akhlak yang baik)…. Yang paling penting kamu baik terhadap manusia jangan mendustai atau menipu mereka walaupun kamu tidak shalat, bukankah Rasulullah bersabda : “Bahwa Dien ini adalah muamlaah ‘?”
Kadang didatanginya seorang lain dengan bujukan , “yang paling penting adalah berniat baik!Asal aku lalui waktu malamku tanpa menyimpan dengki dan kebencian pada manusia, cukuplah sudah .’Akhirnya orang tersebut meninggalkan banyak amalan-amalan shaleh, mencukupkan diri dengan niat baik saja! Demikian pula dalam tataran kelompok ketika kamu lihat segolongan orang berkata: “Hal terpenting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin dan keadaan musuh-musuh mereka. Dengan demikian hal paling penting adalah masalah-masalah politis. Kita hidup di zaman orang-orang berdasi dan berdiplomasi bukan di zamannya arab padang pasir”
Demikianlah pendukung kelompok ini mengetahui segala hal tentang Komunisme, Free masonry, bahaiah, Qadiyaniah,dll.Kemudian kamu Tanya tentang islam mereka tidak paham sedikitpun!
Sebaliknya dari kelompok tadi, ada kelompok yang membesar-besarkan masalah peribadatan. Mereka berpendapat, “Hal terpenting adalah hubunganmu kepada Allah, yaitu shalat. Kamupun harus zuhud dan bertaqwa, lemparkan urusan-urusan lain, selain aspek-aspek keruhanianmu!”
Datang pula kelompok lain , yang benar-benar ada dalam medan dakwah islam sekarang , dengan pendapat, “Hal paling penting adalah menyatukan barisan kaum muslimin. Allah Azza wajalla berfirman yang artinya; “Dan berpeganglah kepada tali (agama) Allah, secara bersama-sama, dan janganlah kalianbercerai-berai.”(Q.S. Ali ‘Imran:103).
Mereka menjadikan persatuan hal paling penting walaupun dibandingkan masalah aqidah! Mereka berbicara kepada manusia yang beraqidah meyelisihi aqidah kita, mengklaim bahwa kita harus bersatu, karena kita sekarang berada di zaman berkuasanya musuh-musuh atas kita! Memang benar kita harus bersatu, namun persatuan di atas asas-asas, bersatu di atas Dien. Bukan bersatu dalam kekacauan an perbedaan aqidah.
D. Menunda-nunda dan tergesa-gesa
Imam ibnul jauzi dalam buku “Talbis iblis” berkata, “betapa banyak orang yang bertekad teguh, dibuat menanti-nanti”, yaitu dibuat berkata “nanti saja” oleh setan. Ibnul Jauzi melanjutkan, “betapa banyak pula yang berusaha untuk berbuat baik dipengaruhi setan untuk menunda-nundanya.”
E. Kesempurnaan semu
Setan mendatangi manusia untuk menjadikannya merasa sempurna, dengan berkata “kamu lebih baik dari orang lain. Kamu melakukan shalat, sementara orang lain banyak yang tidak shalat.” Kamu diarahkan setan agar memperhatikan orang-orang yang ada di bawahmu dalam beramal shaleh, untuk mencegahmu dari beramal lebih baik. Karena kamu sudah melihat dirimu sebagai manusia paling utama! Padahal yang dituntut dari kita adalah sebaliknya, yaitu kamu perhatikan orang yang puasa sunat Senin dan Kamis ketika kamu tidak melakukannya, atau perhatikan Fulan yang melakukan amalan-amalan sunat ketika kamu belum melakukannya. Inilah yang dituntut darimu, yaitu melihat orang yang lebih darimu dalam amal shaleh.
F. Tidak menilai diri dan kemampuannya secara tepat
Setan membuat seseorang tergelincir dalam menilai dirinya dengan dua jalan:
1. Pandangan ujub dan menipu diri
Setan berkata “Kamu sudah mengerjakan ini dan itu, lihatlah kamu, beramal dan beramal…”. Maka berubahlah orang itu menjadi takabur dan tertipu oleh dirinya, akibatnya dia merendahkan orang lain dan menolak kebenaran. Dia akan menolak pula untuk rujuk dari kesalahnya. Dia akan menolak pula untuk duduk di majelis ilmu untuk belajar dari orang lain.
2. Tawadhu dan memandang diri hina dan rendah:
Di sini setan berkata, “Kamu harus tawadhu. Siapa yang tawadhu karena Allah, niscaya akan di tinggikan-Nya. Kamu tidak sepadan untuk perkara ini! Urusan ini hanya untuk orang berilmu tinggi saja! “, padahal setan bermaksud untuk menjauhkan dirimu dari tugas dakwahmu. Ini dari bab tawadhu, kamu akhirnya merendahkan dirmu samppai derajad dimana kamu merasa tak berguna pada kemampuanmu yang seharusnya kamu tampilkan, karena kita akan ditanya atassegala kemampuan dan kekuatan kita. Kamu harus mengungkapkan kemampuanmu tiu karena kalau tidak kamu gunakan kemampuanmu itu, niscaya kamu akan dihisab atasnya. Ini pada hakekatnya bukan tawadhu, tapi lari dari tanggung jawab, lari adri menunaikan kewajiban. Akan tetap seta berkata kepadanya, “Tinggalkanlah bidang tiu untuk orang lain yanglebih baik darimu! Dakwah adalah amal yang mulia, amal bagi orang yang jenius yang amat langkadan yang mendalam ilmunya.” Kadang-kadang setanpun mendorong manusia merendahkan dirinya,dengan mengacaukan akalnya untuk terus-menerus berpikir, “Apa artinya diri saya disbanding syaikh ini? Apalah artinya diriku dibandingkan dengan orang alim ini?” Dimandulkan akalnya sehingga tidak berfikir kecuali dengan fikiran Syaikhnya, dan hanya menerapkan perkataan Syekhnya semata. Jadilah Syaikhnya yang paling benar, dan yang lain salah. Mulailah dia mengagungkan manusia dan mengkultuskannya. Padahal yang pokok bagi kita mengembalikan semua perkara kepada syari’at Allah,dan orang yang didepanmu itu masih keliru.Karenanya semua perkataan manusia harus ditimbang dengan Kalamullah dan sabda RasulNya
7. Tasyik(Menimbulkan keragu-raguan).
Diantara pintu masuk setan adalah membuat ragu dalam masalah niat, dia berkata kepada manusia, “Kamu riya’, kamu munafiq, kamu beramal karena manusia”, supaya orang ini meninggalkan amal. Contohnya, seseorang ingin bersedekah kemudian dilihat orang lain, dia berkata dalam hatinya, “Kalau aku bershadaqah terlihat olehnya, dia akan menyangka kau riaya’. Lebih baik aku tidak memberikan shadaqah ini.”
Sesungguhnya memperbaiki niat itu diperintahkan, namun jangan sampai kita meninggalkan amal. Perbaikan niat justru harus menjadikanmu beramal dan meningkatkannya. Al-Haristsbin Qays . ” Jika setan mendatangimu dalam shalat dan membisikan kepada kamu bahwa kamu riya’, perpanjanglah shalatmu.”
G. Takhwif (Menakut-nakuti)
Setan mempunyai dua metode dalam menakut-nakuti manusia:
1. Menakut-nakuti dari wali-wali setan
Disini setan menakut-nakuti manusia dari tentara dan wali-walinya, yaitu para pelaku maksiat dan kejahatan. Setan berkata, waspadalah terhadap mereka, mereka punya kekuatan luar biasa.” Dengan ditakut-takuti, orang ini jadi meninggalkan amal.
Padahal Allah telah berfirman ; ”Sesungguhnya itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti dengan kawan-kawannya,karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tetap takulah kepada KU, jika kamu benar-benar orang-orang beriman.” (QS. Ali ‘imran:175).
2. Menakut-nakuti dari kefaqiran
Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “ Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kefaqiran dan menyuruh kamu berbuat kejahatan..”(QS. Al-Baqarah:268) Setan berkata kepada manusia: ” kalau kamu tinggalkan pekerjaan ini, dimana kamu kan mendapatkan pekerjaan yang lainnya? Kamu akan menjadi sangat faqir.” Maka dia menjadikan takut akan kefaqiran. Akhirnya orang itu mengerjakan perbuatan yang haram. Contohnya seorang muslim yang berdagang khamar ditertawakan oleh setan karena sudah berhasil menipunya melalui pintu ini. Padahal Allah telah berfirman ; ” dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah , niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberikannya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq:2-3)
Kita dapati para pemakan riba’ takut akan kefaqiran, berkata: “Bagaimana aku hidup? Orang-orang sudah pada kaya, aku masih faqir”!!
Kadang-kadang setan pun menghiasi kebatilan pada juru dakwah, sehingga menghalalkan yang haram, dengan alasan untuk kemaslahatan dakwah kamu perlu berdusta! Setan menghiasi kebatilan sebagai kebenaran dengan argumen bahwa perkara ini diperlukan untuk kemaslahatan dakwah.
HAL-HAL YANG MEANCARKAN TUGAS SETAN
- Kebodohan
Seorang yang berilmu lebih sulit di goda oleh setan daripada seribu ahli badah
- Hawa nafsu, lemah keihlasan, dan lemah keyakinan
Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “ Iblis berkata, Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shaad:82- 83).
OBATNYA
1 Iman kepada Allah
Kita harus benar-benar beriman kepada Allah dan bertawakal kepadanya, sebagaimana firmanNya: “sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang beriman dan orang-orang yang bertawakal hanya kepada Rabb mereka saja.” (QS. An-Nahl:99)
- Mencari ilmu syar’I dari sumber-sumbernya yang shahih
Dengan ilmu tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah seorang hamba akan dapat mengenal batasan-batasan Allah sehingga dia tidak akan tertipu oleh bisikan setan.
3. Ikhas di jalan Dien ini
Allah ta’ala berfirman yang artinya:” Iblis berkata, Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shaad:82-83). Dzikir (ingat) kepada Allah Ta’ala dan berlindung dari godaan setan terkutuk Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.” (Al-A’raaf:200)
Demikian pula pembacaan Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) dijelaskan dalam hadist keutaman keduanya untuk melindungi kita dan mencegah dari gangguan setan. Begitu pula pembacaan ayat kursyi, karena ayat ini dapat menjaga dari setan.
Wallahu a’lam
Sumber tulisan: Pengkaburan Setan, Maktabah Ummu Salma al-Atsari
Setan menggunakan strategi gradual (bertingkat) baik isi maupun metode dakwahnya. Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah menyebutkan ada enam tahapan yang dilalui perjalanan dakwah setan.
Tahap pertama
Pengkafiran atau pemusyirikan manusia. Jika yang didakwahi itu dari kalangan muslimin, maka setan akan melangkah ketahapan dakwah berikutnya.
Tahap kedua
Pembid’ahan. Yaitu menjadikan menusia sebagai Ahlul bid’ah Seandainya yang diajak dari kalangan Ahli Sunnah, maka dimulailah tahap ketiga.
Tahap ketiga
Pemerangkapan manusia dengan dosa-dosa besar. Jika manusia dilindungi oleh Allah dari melakukan dosa-dosa besar, setan tidak putus asa, untuk terus menggoda.
Tahap keempat
Pemerangkapan manusia dengan dosa-dosa kecil.Jika manusia selamat dari dosa-dosa kecil setan melangkah ketahap yang lain.
Tahap kelima
Penyibukan manusia dalam masalah-masalah yang mubah (boleh), sehingga orang itu menghabiskan waktunya untuk hal yang mubah, tidak sibuk dalam hal yang berpahala, yang kita semua diperintahkan untuk mengamalkannya.
Tahap keenam
Penyibukan manusia dalam urusan-urusan sepele sehingga ia tinggalkan persoalan-persoalan yang lebih penting dan yang lebih baik. Misalnya, sibuk dengan amalan sunnah, meninggalkan amalan wajib .
JERAT-JERAT SETAN ITU TIDAK TERHITUNG JUMLAHNYA.
Diantaranya:
A. mengadu domba sesama muslim dan buruk sangka
dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori Rasulullah bersabda : ” Sesungguhnya iblis telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang sholeh, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka.”
Yakni setan menyebarkan permusuhan, kebencian dan fitnah di antara mereka.
Buruk sangka itu biasanya datangnya dari setan, sebagaimana hadist Shafiyyah binti Huyay [istri Rasulullah] bekata : “Ketika Rasulullah sedang beri’tikaf di masjid, saya mendatanginya di suatu malam dan bercerita. Kemudia saya pulang diantar beliau. Ada dua orang anshor berjalan dan ketika keduanya melihat Rasulullah mereka mempercepat jalannya, rasululah berkata: “Pelan-pelanlah. Dia itu Safiyah binti Huyay”. Mereka berkata: Maha suci Allah , Rasulullah!” Rasulullah bersabda . “Sesungguhnya setan berjalan di tubuh anak adam pada peredaran darah, aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua, sehingga timbul prasangka yang buruk.” (Bukhori 4:240,Muslim 2174-2175)
Setan itu suka mengadu domba antar sesama kita sebagaimana dijelaskan oleh hadist yang diriwayatkan Sulaiman bin Sird, Ia berkata: “Saya pernah duduk bersama Rasulullah di sana ada dua orang yang sedang saling mencaci. Salah satu dari keduanya wajahnya merah dan ototnya mengeras karena marah.”Rasulullah besabda : “ Akan aku ajarkan satu kalimat yang dapat menghilangkan marah ketika diucapkan. Seandainya dia mengucapkan: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk”, maka hilanglah marahnya.” (Bukhori 10:431)
B. Menghiasi Bid’ah bagi manusia
Setan mendatangi manusia dengan mengatakan bahwa bid’ah itu sesuatu yang indah seraya mengatakan: “Sesungguhnya manusia di zaman ini sudah meninggalkan ibadah dan sulit dikembalikan. Mengapa kita tidak mengerjakan sebagian peribadahan lalu kita bagus-baguskan dengan tambahan dari kita agar manusia mau kembali beribadah?”. Kadang-kadang setan mendatangi dengan cara penambahan terhadap ibadah yang ada dalam sunnah rasulullah. Lau berkata, “tambahan kebaikan tentu merupakan kebaikan juga. Maka tambahlah dalam sunnah tersebut suatu bentuk ibadah yang mirip dengan sunnah , atau sandarkan ibadah baru pada sunnah tersebut.” Sebagian manusia lain didatangi dengan bujukan,
“Sesungguhnya manusia sudah jauh dari Dien ini, mengapa tidak kita buat hadist-hadist yang dapat menakut-nakuti mereka ?”…Maka orang-orang mengarang hadist palsu yangndisandarkan pada Rasulullah sambil berdalih, “kami memang berdusta , namun kami bukan berdusta menentang Rasulullah saw melainkan berdusta dalam rangka membela beliau?!”
Mereka berdusta membela Rasulullah ???!! Dikaranglah oleh mereka hadist untuk menakut-nakuti manusia dari neraka, memberikan manusia gambaran dengan cara-cara aneh. Demikian pula mereka menggambarkan surga dengan cara aneh pula!
Kita menegetahui bahwa ibadah itu adalah taufiqiyah, yaitu mengambilnya dari Rasulullah sebagaimana petunjuk Allah yang datang kepada beliau, tidak boleh kita tambahi atau kita kurangi. Kelakuan yang mereka lakukan itu adalah bid’ah dari karangan setan.
C. Membesar-besarkan satu aspek atas aspek lainnya
Kadang seseorang terjatuh pada banyak dossa-dosa dan maksiat, namun dia tetap sholat sebagai alasan penutup kekurangannya itu. Dia berdalih bahwa shalat itu adalah ‘imaadud-dien (tiang agama), yang pertama kali di Hisab di Hari Perhitungan (Akhirat), maka tidak mengapa dirinya jatuh dalam sebagian maksiat. Dia menjadikan sesuatu yang paling agung, untuk menghalalkan kekurangannya dalam ibadah-ibadah lain. Dibesar-besarkanya urusan shalat atas lainnya.!
Benar bahwa shalat adalah ‘imadud-dien, namun bukan keseluruhan kandungan Dien ini! Setanlah yang mendatangi orang ini untuk menghalalkan kekuragan dirinya!
Kadang setangpun mendatangi seorang manusia lain untuk mengatakan, “Dien ini adalah muamalah (pergaulan/akhlak yang baik)…. Yang paling penting kamu baik terhadap manusia jangan mendustai atau menipu mereka walaupun kamu tidak shalat, bukankah Rasulullah bersabda : “Bahwa Dien ini adalah muamlaah ‘?”
Kadang didatanginya seorang lain dengan bujukan , “yang paling penting adalah berniat baik!Asal aku lalui waktu malamku tanpa menyimpan dengki dan kebencian pada manusia, cukuplah sudah .’Akhirnya orang tersebut meninggalkan banyak amalan-amalan shaleh, mencukupkan diri dengan niat baik saja! Demikian pula dalam tataran kelompok ketika kamu lihat segolongan orang berkata: “Hal terpenting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin dan keadaan musuh-musuh mereka. Dengan demikian hal paling penting adalah masalah-masalah politis. Kita hidup di zaman orang-orang berdasi dan berdiplomasi bukan di zamannya arab padang pasir”
Demikianlah pendukung kelompok ini mengetahui segala hal tentang Komunisme, Free masonry, bahaiah, Qadiyaniah,dll.Kemudian kamu Tanya tentang islam mereka tidak paham sedikitpun!
Sebaliknya dari kelompok tadi, ada kelompok yang membesar-besarkan masalah peribadatan. Mereka berpendapat, “Hal terpenting adalah hubunganmu kepada Allah, yaitu shalat. Kamupun harus zuhud dan bertaqwa, lemparkan urusan-urusan lain, selain aspek-aspek keruhanianmu!”
Datang pula kelompok lain , yang benar-benar ada dalam medan dakwah islam sekarang , dengan pendapat, “Hal paling penting adalah menyatukan barisan kaum muslimin. Allah Azza wajalla berfirman yang artinya; “Dan berpeganglah kepada tali (agama) Allah, secara bersama-sama, dan janganlah kalianbercerai-berai.”(Q.S. Ali ‘Imran:103).
Mereka menjadikan persatuan hal paling penting walaupun dibandingkan masalah aqidah! Mereka berbicara kepada manusia yang beraqidah meyelisihi aqidah kita, mengklaim bahwa kita harus bersatu, karena kita sekarang berada di zaman berkuasanya musuh-musuh atas kita! Memang benar kita harus bersatu, namun persatuan di atas asas-asas, bersatu di atas Dien. Bukan bersatu dalam kekacauan an perbedaan aqidah.
D. Menunda-nunda dan tergesa-gesa
Imam ibnul jauzi dalam buku “Talbis iblis” berkata, “betapa banyak orang yang bertekad teguh, dibuat menanti-nanti”, yaitu dibuat berkata “nanti saja” oleh setan. Ibnul Jauzi melanjutkan, “betapa banyak pula yang berusaha untuk berbuat baik dipengaruhi setan untuk menunda-nundanya.”
E. Kesempurnaan semu
Setan mendatangi manusia untuk menjadikannya merasa sempurna, dengan berkata “kamu lebih baik dari orang lain. Kamu melakukan shalat, sementara orang lain banyak yang tidak shalat.” Kamu diarahkan setan agar memperhatikan orang-orang yang ada di bawahmu dalam beramal shaleh, untuk mencegahmu dari beramal lebih baik. Karena kamu sudah melihat dirimu sebagai manusia paling utama! Padahal yang dituntut dari kita adalah sebaliknya, yaitu kamu perhatikan orang yang puasa sunat Senin dan Kamis ketika kamu tidak melakukannya, atau perhatikan Fulan yang melakukan amalan-amalan sunat ketika kamu belum melakukannya. Inilah yang dituntut darimu, yaitu melihat orang yang lebih darimu dalam amal shaleh.
F. Tidak menilai diri dan kemampuannya secara tepat
Setan membuat seseorang tergelincir dalam menilai dirinya dengan dua jalan:
1. Pandangan ujub dan menipu diri
Setan berkata “Kamu sudah mengerjakan ini dan itu, lihatlah kamu, beramal dan beramal…”. Maka berubahlah orang itu menjadi takabur dan tertipu oleh dirinya, akibatnya dia merendahkan orang lain dan menolak kebenaran. Dia akan menolak pula untuk rujuk dari kesalahnya. Dia akan menolak pula untuk duduk di majelis ilmu untuk belajar dari orang lain.
2. Tawadhu dan memandang diri hina dan rendah:
Di sini setan berkata, “Kamu harus tawadhu. Siapa yang tawadhu karena Allah, niscaya akan di tinggikan-Nya. Kamu tidak sepadan untuk perkara ini! Urusan ini hanya untuk orang berilmu tinggi saja! “, padahal setan bermaksud untuk menjauhkan dirimu dari tugas dakwahmu. Ini dari bab tawadhu, kamu akhirnya merendahkan dirmu samppai derajad dimana kamu merasa tak berguna pada kemampuanmu yang seharusnya kamu tampilkan, karena kita akan ditanya atassegala kemampuan dan kekuatan kita. Kamu harus mengungkapkan kemampuanmu tiu karena kalau tidak kamu gunakan kemampuanmu itu, niscaya kamu akan dihisab atasnya. Ini pada hakekatnya bukan tawadhu, tapi lari dari tanggung jawab, lari adri menunaikan kewajiban. Akan tetap seta berkata kepadanya, “Tinggalkanlah bidang tiu untuk orang lain yanglebih baik darimu! Dakwah adalah amal yang mulia, amal bagi orang yang jenius yang amat langkadan yang mendalam ilmunya.” Kadang-kadang setanpun mendorong manusia merendahkan dirinya,dengan mengacaukan akalnya untuk terus-menerus berpikir, “Apa artinya diri saya disbanding syaikh ini? Apalah artinya diriku dibandingkan dengan orang alim ini?” Dimandulkan akalnya sehingga tidak berfikir kecuali dengan fikiran Syaikhnya, dan hanya menerapkan perkataan Syekhnya semata. Jadilah Syaikhnya yang paling benar, dan yang lain salah. Mulailah dia mengagungkan manusia dan mengkultuskannya. Padahal yang pokok bagi kita mengembalikan semua perkara kepada syari’at Allah,dan orang yang didepanmu itu masih keliru.Karenanya semua perkataan manusia harus ditimbang dengan Kalamullah dan sabda RasulNya
7. Tasyik(Menimbulkan keragu-raguan).
Diantara pintu masuk setan adalah membuat ragu dalam masalah niat, dia berkata kepada manusia, “Kamu riya’, kamu munafiq, kamu beramal karena manusia”, supaya orang ini meninggalkan amal. Contohnya, seseorang ingin bersedekah kemudian dilihat orang lain, dia berkata dalam hatinya, “Kalau aku bershadaqah terlihat olehnya, dia akan menyangka kau riaya’. Lebih baik aku tidak memberikan shadaqah ini.”
Sesungguhnya memperbaiki niat itu diperintahkan, namun jangan sampai kita meninggalkan amal. Perbaikan niat justru harus menjadikanmu beramal dan meningkatkannya. Al-Haristsbin Qays . ” Jika setan mendatangimu dalam shalat dan membisikan kepada kamu bahwa kamu riya’, perpanjanglah shalatmu.”
G. Takhwif (Menakut-nakuti)
Setan mempunyai dua metode dalam menakut-nakuti manusia:
1. Menakut-nakuti dari wali-wali setan
Disini setan menakut-nakuti manusia dari tentara dan wali-walinya, yaitu para pelaku maksiat dan kejahatan. Setan berkata, waspadalah terhadap mereka, mereka punya kekuatan luar biasa.” Dengan ditakut-takuti, orang ini jadi meninggalkan amal.
Padahal Allah telah berfirman ; ”Sesungguhnya itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti dengan kawan-kawannya,karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tetap takulah kepada KU, jika kamu benar-benar orang-orang beriman.” (QS. Ali ‘imran:175).
2. Menakut-nakuti dari kefaqiran
Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “ Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kefaqiran dan menyuruh kamu berbuat kejahatan..”(QS. Al-Baqarah:268) Setan berkata kepada manusia: ” kalau kamu tinggalkan pekerjaan ini, dimana kamu kan mendapatkan pekerjaan yang lainnya? Kamu akan menjadi sangat faqir.” Maka dia menjadikan takut akan kefaqiran. Akhirnya orang itu mengerjakan perbuatan yang haram. Contohnya seorang muslim yang berdagang khamar ditertawakan oleh setan karena sudah berhasil menipunya melalui pintu ini. Padahal Allah telah berfirman ; ” dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah , niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberikannya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq:2-3)
Kita dapati para pemakan riba’ takut akan kefaqiran, berkata: “Bagaimana aku hidup? Orang-orang sudah pada kaya, aku masih faqir”!!
Kadang-kadang setan pun menghiasi kebatilan pada juru dakwah, sehingga menghalalkan yang haram, dengan alasan untuk kemaslahatan dakwah kamu perlu berdusta! Setan menghiasi kebatilan sebagai kebenaran dengan argumen bahwa perkara ini diperlukan untuk kemaslahatan dakwah.
HAL-HAL YANG MELANCARKAN TUGAS SETAN
- Kebodohan
Seorang yang berilmu lebih sulit di goda oleh setan daripada seribu ahli badah
- Hawa nafsu, lemah keihlasan, dan lemah keyakinan
Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “ Iblis berkata, Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shaad:82- 83).
OBATNYA
1 Iman kepada Allah
Kita harus benar-benar beriman kepada Allah dan bertawakal kepadanya, sebagaimana firmanNya: “sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang beriman dan orang-orang yang bertawakal hanya kepada Rabb mereka saja.” (QS. An-Nahl:99)
- Mencari ilmu syar’I dari sumber-sumbernya yang shahih
Dengan ilmu tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah seorang hamba akan dapat mengenal batasan-batasan Allah sehingga dia tidak akan tertipu oleh bisikan setan.
3. Ikhas di jalan Dien ini
Allah ta’ala berfirman yang artinya:” Iblis berkata, Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shaad:82-83). Dzikir (ingat) kepada Allah Ta’ala dan berlindung dari godaan setan terkutuk Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.” (Al-A’raaf:200)
Demikian pula pembacaan Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) dijelaskan dalam hadist keutaman keduanya untuk melindungi kita dan mencegah dari gangguan setan. Begitu pula pembacaan ayat kursyi, karena ayat ini dapat menjaga dari setan.
Wallahu a’lam
Sumber tulisan: Pengkaburan Setan, Maktabah Ummu Salma al-Atsari
file asli bisa di download disini >>> http://mujadied.wordpress.com/2009/12/30/strategi-setan/
(lihat dibagian bawah tulisan)
(read more ...)Anda ingin menata hidup lebih baik….
Mendapatkan informasi penting….
dan memperluas wawasan keislaman Anda…?
Ketik : Bim#nama#kota domisili
Kirim ke : 0812 1000 9451 (tarif biasa)
Contoh : Bim#Andre#Jakarta
Kami akan segera mengirimkan pesan-pesan bimbingan berisi wawasan islami secara rutin dan gratis
Saudaraku…
Setiap manusia membutuhkan bimbingan…
Setiap kita harus berusaha menata hidup yang lebih baik…
Mendapatkan bimbingan yang mengarahkan hidup
ke jalan yang lurus, berilmu, dan menata diri menjadi pribadi
yang lebih islami, adalah suatu keniscayaan
* Setelah anda mendapatkan respon tausiyah bimbingan, forward pesan ini kepada rekan, sahabat, atau kerabat dekat Anda agar mereka dapat mengambil faidah dan Anda pun mendapat pahala….
HASMI
Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami
Jl. Raya Kapt. Yusuf, Purnama Tamansari Bogor
No. Telp: (0251) 8486089, 8389788. Fax: (0251) 8389788
www.hasmi.org
Saudaraku, ketahuilah bahwa hati adalah ibarat sebuah benteng. Setan sebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa ingin memiliki dan menguasai benteng itu. Tidak mungkin benteng tersebut bisa terjaga selain adanya penjagaan yang ketat pada pintu-pintunya. Pintu-pintu tersebut tidak bisa terjaga kecuali jika seseorang mengetahui pintu-pintu tadi. Setan tidak bisa terusir dari pintu tersebut kecuali jika seseorang mengetahui cara setan memasukinya. Cara setan untuk masuk dan apa saja pintu-pintu tadi adalah sifat seorang hamba dan jumlahnya amatlah banyak. Pada saat ini kami akan menunjukkan pintu-pintu tersebut yang merupakan pintu terbesar yang setan biasa memasukinya. Semoga Allah memberikan kita pemahaman dalam permasalah ini.
Pintu pertama:
Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.
Pintu kedua:
Ini juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا غضب الرجل فقال : أعوذ بالله سكن غضبه
“Jika seseorang marah, lalu dia mengatakan: a’udzu billah (aku berlindung pada Allah), maka akan redamlah marahnya.” (As Silsilah Ash Shohihah no. 1376. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Pintu ketiga:
Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.
Pintu keempat:
Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat sebagaimana dalam hadits:
فَإِنَّ أَكْثَرَهُمْ شِبَعًا فِى الدُّنْيَا أَطْوَلُهُمْ جُوعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya orang yang lebih sering kenyang di dunia, dialah yang akan sering lapar di hari kiamat nanti.” (HR. Tirmidzi. Dalam As Silsilah Ash Shohihah, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Pintu kelima:
Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.
Pinta keenam:
Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَ العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Pintu ketujuh:
Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.
Pintu kedelapan:
Yaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.
Pintu kesembilan:
Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam masalah paling urgen dalam agama ini yaitu masalah aqidah.
Pintu kesepuluh:
Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.
Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya.
Rujukan: Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Ibnu Qudamah Al Maqdisiy
Okt
21
Menjelang tanggal 31 Oktober, perayaan Halloween hadir dengan simbol buah labu diukir yang diberi lampu. Orang-orang merayakannya dengan memakai kostum beraneka warna. Ada yang memakai baju bajak laut, baju nenek sihir, baju zombie, dll. Intinya semua berusaha tampil beda dengan kostum dari negeri antah berantah. Anak-anak pun pergi ke rumah-rumah tetangga untuk minta permen. Kalau gak diberi maka jendela atau rumahnya bakal diusili dengan dicoret-coret pakai sabun. Wah….benar-benar tindakan yang tidak sopan.
Memang sih, perayaan Halloween di Indonesia tidak seheboh hari Valentine. Tapi tetap saja, tradisi barat yang sangat tidak sesuai dengan Islam itu kini ternyata mulai diadopsi oleh banyak remaja muslim. Biasanya yang berusaha mengadopsinya ini adalah para mahasiswa/i jurusan bahasa asing, siswa-siswi yang kursus bahasa di lembaga yang banyak ‘bule’nya, atau bisa juga bukan mahasiswa bahasa dan juga bukan siswa kursus bahasa asing, tapi cuma ikut-ikutan aja.
Ini nih yang bahaya. Latah sekedar ikut-ikutan tanpa tahu makna dari perbuatan tersebut. Dulu ada teman yang ngotot mau menyelenggarakan perayaan Halloween di kampus. Alasannya biar semakin tahu dan meresapi budaya barat karena bahasanya pun bahasa barat alias Inggris. Wah….saya menentang habis-habisan tuh. Yang namanya belajar bahasa Inggris memang belajar budayanya juga. Tapi belajar budaya Inggris tidak sama dengan ikut-ikutan bin latah terhadap budayanya. Ini jelas-jelas dua hal yang berbeda.
Sebagai umat Islam, seharusnya kita menyandarkan semuanya pada Islam. Ketika belajar bahasa Inggris, niatkan tujuan itu adalah untuk kejayaan Islam, bukan sebaliknya. Gak asyik banget kalo belajar bahasa Inggris, eh malah latah ikut perayaan semacam Halloween, Christmas/natal, atau bahkan Valentine. Ih…enggak banget gitu loh.
Supaya kamu tak mudah diperdaya oleh mereka yang tergila-gila dengan budaya barat yang jahiliyah, kamu perlu tahu sejarah perayaan Halloween ini. Halloween ini berasal dari kebudayaan paganisme yaitu suatu kepercayaan kuno penyembah berhala. Tradisi ini kemudian diturunkan pada agama Kristen yang sudah tidak murni lagi sebagaimana dibawa oleh Nabi Isa as.
Halloween adalah tradisi orang Kelt (Irlandia) zaman kuno. Tanggal 31 Oktober ini bertepatan dengan berakhirnya musim panen. Tanggal ini juga diyakini bahwa pembatas antara orang mati dan hidup menjadi terbuka. Orang mati dianggap membawa penyakit dan merusak hasil panen. Jadilah orang-orang itu memakai baju menyerupai arwah-arwah untuk berdamai agar tidak diganggu lagi.
Ternyata, budaya barat yang selama ini dipuja oleh orang yang berpikiran sempit itu penuh dengan klenik dan khurafat yang gak masuk akal ya? Nah, masa iya yang kayak gini kamu mau ikut-ikutan? Kebangetan betul kalo iya. Ingat, semua perbuatan sekecil apa pun itu ada pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Jadi hati-hati kamu terpedaya oleh budaya jahiliyah semacam Halloween ini. Udah, bangga aja deh jadi remaja muslim dengan segala aturan Islam di dalamnya. Dijamin selamat dunia akhirat, insya Allah ^_^ (v-i)
(read more ...)

