Profile

  • Mujadid
    Mujadid
    Hanya manusia biasa yang selalu bercita-cita dan berusaha agar mejadi seorang yang Sholeh, pinter, kaya. Terus kalo mati masuk SURGA. Amin

Categories





Nasehat ini sebenarnya pengalaman pribadi seseorang yang tak perlu saya sebutkan namanya, saya kagum dan menurut saya nasehat ini bukan hanya ditujukan baginya saja. Tapi patut ditujukan pada setiap orang yang memikul jalan ini yaitu jalan dakwah yang mulia, siapapun dia. Baik Ikhwan atau Akhwat.

Saya sendiri merasa tersentuh ketika membacanya dan jadi motivasi tersendiri.

Sedikit saya ceritakan awal mula surat ini yaitu:

Ketika seorang pemuda biasa dan sederhana mulai terbakar jiwanya dan rindu akan kebesaran nama-Nya di agungkan di mika bumi ini, ternyata di sisi yang sama ada seorang akhwat yang tanpa disangka memilki ghirah (semangat) yang sama. Namun dalam realitanya, mereka sama-sama hanya manusia biasa dengan segala keterbatasannya yang hanya bekerja di sebuah lembaga pendidikan formal.

Lalu ketika sang pemuda mulai lebih condong terhadap apa yan dia yakini da dia cintai, maka pada suatu saat ia pun berpamitan untuk pergi menimba ilmu syar’i demi tegaknya kalimatulloh yang tertinggi.

Ketika si akhwat ini mengetahui akan kepergian sang pemuda maka ia pun menulis surat sebagai pesan nasehat. Inilah isi nasehatnya:

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

8 DESEMBER ’07, In the Name of الله

“Jangan pernah berhenti” MENGEPAKAN SAYAPMU”, biarkan cobaan itu membuatmu kuat. Biarkan derasnya terpaan itu membuatmu gesit berkelit. Biarkan jiwa-jiwa pemenang itu memenuhi hatimu. Biarkanjiwa-jiwa sabar yang menjadi penyejuk bagimu. “SELAMAT TERBANG”. Selamat tak henti mengepakkan sayapmu.” (Puisi dr Irfan Toni Herlambang)

 

Saudaraku,

Hari ini tiba, saatnya kita berpisah, tapi tunggu … don’t be sad!

Perpisahan bukan berarti akhir dari kehidupan, perpisahan hanya sekedar,bukan? Masih panjang perjalanan yang akan kau tempuh, masih panjang perjuangan yang harus kau jalani…

 

Saudaraku,

Saat ini, saudarimu hanya ingin sedikit berbagi … tapi Insya الله ini bermanfaat untukmu kelak …

 

  1. Saudaraku, engkau adalah seorang aktivis dakwah, maka …

~ Jagalah keimananmu kepada الله l, yaitu yakinlah hatimu bahwa:

   Ajal mutlak di tangan الله l

   Rezeki berada di tangan terbaik الله l

   الله l Maha Mendengar dan Maha Melihat

  1. Akhi Fillah …

~ Jagalah keikhlasanmu, yaitu :  

~ Setiap aktivitas yang kau lakukan semata-mata hanya menghadap ridho الله l

~ Setiap amal perjuangan dan kehidupan sosial harus sesuai dengan tuntunan syari’at الله l

~ Senantiasa melakukan “MUHASABAH”

~ Senantiasa waspada terhadap tipu daya syetan ... syaithan ...

  1. Saudaraku jami’illah

~ Jagalah saja’ah / keberanianmu, yaitu peliharalahkeberanian dalam hatimu, yang bersumber dari ruh keimanan kepada الله l, karena “Dia” merupakan kekuatan jiwa yang harus dimilki seorang aktivis dakwah.

  1. Saudaraku yang sabar …

~ Jagalah kesabaranmu, karena sabar mengantarkan kepada ketabahan, ketegaran dalam menghadapi ujian apapun …

  1. Saudaraku …

~ Jagalah optimismemu, karena optimis merupakan kekeuatan bagi jiwa untuk menyongsong hari esok penuh semangat, mendorong menuju cita-cita dengan penuh keyakian dan senatiasa memacu diri untuk bersikap berani hingga meraih keberhasilan dan kemenangan …

 

Saudaraku …

Esok hari kau akan mengarungi kehidupan fase berikutnya, tanggungjawab yang baru telah menantimu : berbakti kepada orangtua (tentunya …^_^), bekerja, membangun rumah tangga, mendapat amanah mendidik anak-anakmu, dsb …

Untuk dapat melalui itu semua ingatlah … tetap ISTIQOMAH dengan keimananu, ikhlas melakukannya, sabar atas kehendak-Nya, pasrahkan hidupmu kepada-Nya, tawakkal ilallah … dan jangan pernah berhenti bersyukur kepada-Nya …

 

Saudaraku …

Hanya itu yang dapat saudarimu ini bagi, salam hormat untuk kedua orangtuamu …

Salam persaudaraan dariku, semoga الله l mempertemukan kita kembali di dunia, dan akhirat kelak Insya الله ... Amiin yaa Rabbul ‘alamiin ...

 

                                                                             Saudarimu ...

                                                                                  I M  

 

Semoga kita semua termasuk dari bagian orang-orang yang ditetapkan istiqomah dijalan-Nya hingga  ajal menjemput ... saya berharap tulisan ini akan menjadi motivasi, bukan hanya bagi saya tapi juga anda semua, amiin ...

Dan ingatlah bahwa, “Sesungguhnya Alloh l akan mengumpulkan kita, bersama orang yang kita cintai. Jika saja cinta itu hanya karena Alloh, maka niscaya kita akan bersama-sama dengan orang-orang yang mencintai-Nya.”

(read more ...)





Setan menggunakan strategi gradual (bertingkat) baik isi maupun metode  dakwahnya.  Ibnu Qoyyim  Al-Jauziyah  menyebutkan ada enam tahapan yang dilalui perjalanan dakwah setan.

Tahap pertama

Pengkafiran atau pemusyirikan manusia. Jika yang didakwahi itu dari kalangan muslimin,  maka setan akan melangkah ketahapan dakwah berikutnya.

Tahap kedua

Pembid’ahan.  Yaitu  menjadikan  menusia  sebagai  Ahlul  bid’ah Seandainya  yang  diajak  dari  kalangan  Ahli  Sunnah,  maka dimulailah tahap ketiga.

Tahap ketiga

Pemerangkapan  manusia  dengan  dosa-dosa besar.  Jika  manusia dilindungi oleh Allah dari melakukan dosa-dosa besar, setan tidak putus asa, untuk terus menggoda.

Tahap keempat

Pemerangkapan  manusia  dengan  dosa-dosa  kecil.Jika  manusia selamat dari dosa-dosa kecil setan melangkah ketahap yang lain.

Tahap kelima

Penyibukan manusia dalam masalah-masalah yang mubah (boleh), sehingga  orang  itu  menghabiskan  waktunya  untuk  hal  yang mubah, tidak sibuk dalam hal yang berpahala, yang kita semua diperintahkan untuk mengamalkannya.

Tahap keenam

Penyibukan  manusia  dalam  urusan-urusan  sepele  sehingga  ia tinggalkan persoalan-persoalan yang lebih penting dan yang lebih baik.  Misalnya,  sibuk  dengan  amalan  sunnah,  meninggalkan amalan wajib .

JERAT-JERAT  SETAN  ITU  TIDAK  TERHITUNG  JUMLAHNYA.

Diantaranya:

A. mengadu domba sesama muslim dan buruk sangka

dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori Rasulullah bersabda : ” Sesungguhnya iblis telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang sholeh, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka.”

Yakni  setan  menyebarkan  permusuhan,  kebencian dan  fitnah  di antara mereka.

Buruk  sangka  itu  biasanya  datangnya  dari  setan,  sebagaimana hadist Shafiyyah binti Huyay [istri Rasulullah] bekata : “Ketika Rasulullah  sedang  beri’tikaf  di  masjid,  saya  mendatanginya  di suatu malam dan bercerita. Kemudia saya pulang diantar beliau. Ada  dua  orang  anshor  berjalan  dan  ketika  keduanya  melihat Rasulullah  mereka  mempercepat  jalannya,  rasululah  berkata: “Pelan-pelanlah.  Dia  itu  Safiyah  binti  Huyay”.  Mereka  berkata: Maha suci Allah , Rasulullah!” Rasulullah bersabda . “Sesungguhnya setan  berjalan  di  tubuh  anak  adam  pada  peredaran  darah,  aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua, sehingga timbul prasangka yang buruk.” (Bukhori 4:240,Muslim 2174-2175)

Setan itu suka mengadu domba antar sesama kita sebagaimana dijelaskan oleh  hadist  yang  diriwayatkan  Sulaiman  bin  Sird,  Ia berkata: “Saya pernah duduk bersama Rasulullah di sana ada dua orang  yang  sedang  saling  mencaci.  Salah  satu  dari  keduanya wajahnya merah dan ototnya mengeras karena marah.”Rasulullah besabda  :  “  Akan  aku  ajarkan  satu  kalimat  yang  dapat menghilangkan  marah  ketika  diucapkan.  Seandainya  dia mengucapkan:  “Aku  berlindung  kepada  Allah  dari  setan  yang terkutuk”, maka hilanglah marahnya.” (Bukhori 10:431)

B. Menghiasi Bid’ah bagi manusia

Setan mendatangi manusia dengan mengatakan bahwa bid’ah itu sesuatu  yang  indah  seraya  mengatakan:  “Sesungguhnya manusia di zaman ini sudah meninggalkan ibadah dan sulit dikembalikan.  Mengapa  kita  tidak  mengerjakan  sebagian peribadahan  lalu  kita  bagus-baguskan  dengan  tambahan dari kita agar manusia mau kembali beribadah?”.  Kadang-kadang  setan  mendatangi  dengan  cara  penambahan  terhadap ibadah  yang  ada  dalam  sunnah  rasulullah.  Lau  berkata, “tambahan kebaikan tentu merupakan kebaikan juga. Maka tambahlah dalam sunnah tersebut suatu bentuk ibadah yang mirip  dengan  sunnah  ,  atau  sandarkan  ibadah  baru  pada sunnah tersebut.”  Sebagian  manusia  lain  didatangi  dengan  bujukan,

“Sesungguhnya manusia sudah jauh dari Dien ini, mengapa tidak  kita  buat  hadist-hadist  yang  dapat  menakut-nakuti mereka  ?”…Maka  orang-orang  mengarang  hadist  palsu  yangndisandarkan  pada  Rasulullah  sambil  berdalih,  “kami  memang berdusta , namun kami bukan berdusta menentang Rasulullah saw melainkan berdusta dalam rangka membela beliau?!”

Mereka  berdusta  membela  Rasulullah  ???!!  Dikaranglah  oleh mereka  hadist  untuk  menakut-nakuti  manusia  dari  neraka, memberikan manusia gambaran dengan cara-cara aneh. Demikian pula mereka menggambarkan surga dengan cara aneh pula!

Kita  menegetahui  bahwa  ibadah  itu  adalah  taufiqiyah,  yaitu mengambilnya dari Rasulullah sebagaimana petunjuk Allah yang datang kepada beliau, tidak  boleh kita tambahi atau kita kurangi.  Kelakuan  yang  mereka  lakukan  itu adalah bid’ah dari karangan setan.

C. Membesar-besarkan satu aspek atas aspek lainnya

Kadang seseorang terjatuh pada banyak dossa-dosa dan maksiat, namun dia tetap sholat sebagai alasan penutup kekurangannya itu. Dia berdalih bahwa shalat itu adalah ‘imaadud-dien (tiang agama), yang  pertama  kali  di  Hisab di  Hari  Perhitungan  (Akhirat),  maka  tidak mengapa dirinya jatuh dalam sebagian maksiat. Dia menjadikan sesuatu yang paling agung, untuk menghalalkan kekurangannya  dalam  ibadah-ibadah  lain.  Dibesar-besarkanya urusan shalat atas lainnya.!

Benar  bahwa  shalat  adalah  ‘imadud-dien,  namun  bukan keseluruhan kandungan Dien ini! Setanlah yang mendatangi orang ini untuk menghalalkan kekuragan dirinya!

Kadang  setangpun  mendatangi  seorang  manusia  lain  untuk mengatakan, “Dien ini adalah muamalah (pergaulan/akhlak yang baik)…. Yang paling penting kamu baik terhadap manusia jangan mendustai  atau  menipu  mereka  walaupun  kamu  tidak  shalat, bukankah Rasulullah bersabda : “Bahwa Dien ini adalah muamlaah ‘?”

Kadang didatanginya seorang lain dengan bujukan , “yang paling penting adalah berniat baik!Asal aku lalui waktu malamku tanpa menyimpan dengki dan kebencian pada manusia, cukuplah sudah .’Akhirnya  orang  tersebut  meninggalkan  banyak  amalan-amalan shaleh, mencukupkan diri dengan niat baik saja! Demikian  pula  dalam  tataran  kelompok  ketika  kamu  lihat segolongan orang berkata: “Hal terpenting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin  dan  keadaan  musuh-musuh  mereka.  Dengan  demikian hal paling penting adalah masalah-masalah politis. Kita hidup di  zaman  orang-orang  berdasi  dan  berdiplomasi  bukan  di zamannya arab padang pasir”

Demikianlah  pendukung  kelompok  ini  mengetahui  segala  hal tentang Komunisme,  Free  masonry,  bahaiah,  Qadiyaniah,dll.Kemudian  kamu  Tanya  tentang  islam  mereka  tidak paham sedikitpun!

Sebaliknya dari  kelompok  tadi,  ada  kelompok  yang  membesar-besarkan  masalah  peribadatan.  Mereka  berpendapat,  “Hal terpenting adalah hubunganmu kepada Allah, yaitu shalat. Kamupun  harus  zuhud  dan  bertaqwa,  lemparkan  urusan-urusan lain, selain aspek-aspek keruhanianmu!”

Datang pula kelompok lain , yang benar-benar ada dalam medan dakwah islam sekarang , dengan pendapat, “Hal paling penting adalah  menyatukan  barisan  kaum  muslimin.  Allah  Azza wajalla  berfirman  yang  artinya;  “Dan  berpeganglah  kepada  tali (agama)  Allah,  secara  bersama-sama,  dan  janganlah  kalianbercerai-berai.”(Q.S. Ali ‘Imran:103).

Mereka menjadikan persatuan hal paling penting walaupun dibandingkan  masalah  aqidah!  Mereka  berbicara  kepada manusia yang beraqidah meyelisihi aqidah kita, mengklaim bahwa kita  harus  bersatu,  karena  kita  sekarang  berada  di  zaman berkuasanya musuh-musuh atas kita! Memang benar kita harus bersatu, namun persatuan di atas asas-asas, bersatu di atas Dien. Bukan bersatu dalam kekacauan an perbedaan aqidah.

D. Menunda-nunda dan tergesa-gesa

Imam ibnul jauzi dalam buku “Talbis iblis” berkata, “betapa banyak orang  yang bertekad teguh,  dibuat  menanti-nanti”,  yaitu  dibuat berkata “nanti saja” oleh setan. Ibnul Jauzi melanjutkan, “betapa banyak pula yang berusaha untuk berbuat baik dipengaruhi setan untuk menunda-nundanya.”

E. Kesempurnaan semu

Setan  mendatangi  manusia  untuk  menjadikannya  merasa sempurna, dengan berkata “kamu lebih baik dari orang lain. Kamu melakukan shalat, sementara orang lain banyak yang tidak shalat.” Kamu diarahkan setan agar memperhatikan orang-orang yang ada di  bawahmu  dalam  beramal  shaleh,  untuk  mencegahmu  dari beramal  lebih  baik.  Karena  kamu  sudah  melihat dirimu  sebagai manusia paling utama! Padahal  yang  dituntut  dari  kita  adalah  sebaliknya,  yaitu  kamu perhatikan orang yang puasa sunat Senin dan Kamis ketika kamu tidak  melakukannya,  atau  perhatikan  Fulan  yang  melakukan amalan-amalan sunat  ketika  kamu  belum  melakukannya.  Inilah yang dituntut darimu, yaitu melihat orang yang lebih darimu dalam amal shaleh.

F. Tidak menilai diri dan kemampuannya secara tepat

Setan membuat seseorang tergelincir dalam menilai dirinya dengan dua jalan:

1. Pandangan ujub dan menipu diri

Setan  berkata  “Kamu  sudah  mengerjakan  ini  dan  itu,  lihatlah kamu, beramal dan beramal…”. Maka berubahlah orang itu menjadi takabur dan tertipu oleh dirinya, akibatnya dia merendahkan orang lain dan menolak kebenaran. Dia akan menolak pula untuk rujuk dari kesalahnya. Dia akan menolak pula untuk duduk di majelis ilmu untuk belajar dari orang lain.

2. Tawadhu dan memandang diri hina dan rendah:

Di sini setan berkata, “Kamu harus tawadhu. Siapa yang tawadhu karena Allah, niscaya akan di tinggikan-Nya. Kamu tidak sepadan untuk perkara ini! Urusan ini hanya untuk orang berilmu tinggi saja! “, padahal setan bermaksud untuk menjauhkan dirimu dari tugas dakwahmu. Ini dari bab tawadhu, kamu akhirnya merendahkan dirmu samppai derajad dimana kamu merasa tak berguna pada kemampuanmu yang seharusnya kamu tampilkan, karena kita akan ditanya atassegala  kemampuan  dan  kekuatan  kita.  Kamu  harus mengungkapkan  kemampuanmu  tiu  karena  kalau  tidak  kamu gunakan kemampuanmu itu, niscaya kamu akan dihisab atasnya. Ini pada hakekatnya bukan tawadhu, tapi lari dari tanggung jawab, lari  adri  menunaikan  kewajiban.  Akan  tetap  seta  berkata kepadanya, “Tinggalkanlah bidang tiu untuk orang lain yanglebih baik darimu! Dakwah adalah amal yang mulia, amal bagi orang yang jenius yang amat langkadan yang mendalam ilmunya.” Kadang-kadang  setanpun  mendorong  manusia  merendahkan dirinya,dengan  mengacaukan  akalnya  untuk  terus-menerus berpikir,  “Apa  artinya  diri  saya  disbanding  syaikh  ini? Apalah artinya diriku dibandingkan dengan orang alim ini?” Dimandulkan akalnya sehingga tidak berfikir kecuali dengan fikiran Syaikhnya, dan  hanya  menerapkan  perkataan  Syekhnya  semata.  Jadilah Syaikhnya yang paling benar, dan yang lain salah. Mulailah dia mengagungkan manusia dan mengkultuskannya. Padahal  yang  pokok  bagi  kita  mengembalikan  semua  perkara kepada  syari’at  Allah,dan  orang  yang  didepanmu  itu  masih keliru.Karenanya  semua  perkataan  manusia  harus  ditimbang dengan Kalamullah dan sabda RasulNya

7. Tasyik(Menimbulkan keragu-raguan).

Diantara pintu masuk setan adalah membuat ragu dalam masalah niat,  dia  berkata  kepada  manusia,  “Kamu  riya’,  kamu  munafiq, kamu  beramal  karena  manusia”,  supaya  orang  ini meninggalkan amal.  Contohnya,  seseorang  ingin  bersedekah  kemudian dilihat  orang lain, dia berkata dalam hatinya, “Kalau aku bershadaqah terlihat olehnya,  dia  akan  menyangka  kau  riaya’.  Lebih  baik  aku  tidak memberikan shadaqah ini.”

Sesungguhnya memperbaiki niat itu diperintahkan, namun jangan sampai  kita  meninggalkan  amal.  Perbaikan  niat  justru  harus menjadikanmu beramal dan meningkatkannya. Al-Haristsbin Qays . ” Jika setan mendatangimu dalam shalat dan  membisikan  kepada  kamu  bahwa  kamu  riya’, perpanjanglah shalatmu.”

G. Takhwif (Menakut-nakuti)

Setan mempunyai dua metode dalam menakut-nakuti manusia:

1. Menakut-nakuti dari wali-wali setan

Disini setan menakut-nakuti manusia dari tentara dan wali-walinya, yaitu  para  pelaku  maksiat  dan  kejahatan.  Setan  berkata, waspadalah terhadap mereka, mereka punya kekuatan luar biasa.” Dengan ditakut-takuti, orang ini jadi meninggalkan amal.

Padahal  Allah  telah  berfirman  ;  ”Sesungguhnya  itu  tidak  lain hanyalah  setan  yang  menakut-nakuti  dengan  kawan-kawannya,karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tetap takulah kepada KU, jika kamu benar-benar orang-orang beriman.” (QS. Ali ‘imran:175).

2. Menakut-nakuti dari kefaqiran

Allah  Ta’ala  berfirman  yang  artinya:  “  Setan  menjanjikan (menakut-nakuti)  kamu  dengan  kefaqiran  dan  menyuruh  kamu berbuat kejahatan..”(QS. Al-Baqarah:268) Setan berkata kepada manusia: ” kalau kamu tinggalkan pekerjaan ini, dimana kamu kan mendapatkan pekerjaan yang lainnya? Kamu akan  menjadi  sangat  faqir.”  Maka  dia  menjadikan  takut  akan kefaqiran. Akhirnya orang itu mengerjakan perbuatan yang haram. Contohnya seorang muslim yang berdagang khamar ditertawakan oleh  setan  karena  sudah  berhasil  menipunya  melalui  pintu  ini. Padahal Allah telah berfirman ; ” dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah , niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan  memberikannya  rezki  dari  arah  yang  tidak  disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq:2-3)

Kita  dapati  para  pemakan  riba’  takut  akan  kefaqiran,  berkata: “Bagaimana aku hidup? Orang-orang sudah pada kaya, aku masih faqir”!!

Kadang-kadang setan pun menghiasi kebatilan pada juru dakwah, sehingga  menghalalkan  yang  haram,  dengan  alasan  untuk kemaslahatan dakwah kamu perlu berdusta! Setan  menghiasi  kebatilan  sebagai  kebenaran  dengan  argumen bahwa perkara ini diperlukan untuk kemaslahatan dakwah.

HAL-HAL YANG MEANCARKAN TUGAS SETAN

    • Kebodohan

Seorang yang berilmu lebih sulit di goda oleh setan daripada seribu ahli badah

    • Hawa nafsu, lemah keihlasan, dan lemah keyakinan

Allah  Ta’ala  berfirman  yang  artinya:  “  Iblis  berkata,  Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shaad:82- 83).

OBATNYA

1        Iman kepada Allah

Kita  harus  benar-benar  beriman  kepada  Allah  dan  bertawakal kepadanya, sebagaimana firmanNya: “sesungguhnya setan itu tidak  ada  kekuasaannya  atas  orang-orang  beriman  dan orang-orang yang bertawakal hanya kepada Rabb mereka saja.” (QS. An-Nahl:99)

    • Mencari ilmu syar’I dari sumber-sumbernya yang shahih

Dengan  ilmu  tentang  Al-Qur’an dan  As-Sunnah  seorang hamba akan  dapat  mengenal  batasan-batasan  Allah sehingga  dia  tidak akan tertipu oleh bisikan setan.

3.   Ikhas di jalan Dien ini

Allah  ta’ala  berfirman  yang  artinya:”  Iblis  berkata,  Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shaad:82-83). Dzikir  (ingat)  kepada  Allah  Ta’ala  dan  berlindung  dari godaan setan terkutuk Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Jika kamu ditimpa sesuatu godaan  setan,  maka  berlindunglah  kepada  Allah.  Sesungguhnya Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.” (Al-A’raaf:200)

Demikian pula pembacaan Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) dijelaskan dalam hadist keutaman keduanya untuk melindungi kita dan mencegah dari gangguan setan. Begitu pula pembacaan ayat kursyi, karena ayat ini dapat menjaga dari setan.

Wallahu a’lam

Sumber tulisan: Pengkaburan Setan, Maktabah Ummu Salma al-Atsari

Setan menggunakan strategi gradual (bertingkat) baik isi maupun metode  dakwahnya.  Ibnu Qoyyim  Al-Jauziyah  menyebutkan ada enam tahapan yang dilalui perjalanan dakwah setan.

Tahap pertama

Pengkafiran atau pemusyirikan manusia. Jika yang didakwahi itu dari kalangan muslimin,  maka setan akan melangkah ketahapan dakwah berikutnya.

Tahap kedua

Pembid’ahan.  Yaitu  menjadikan  menusia  sebagai  Ahlul  bid’ah Seandainya  yang  diajak  dari  kalangan  Ahli  Sunnah,  maka dimulailah tahap ketiga.

Tahap ketiga

Pemerangkapan  manusia  dengan  dosa-dosa besar.  Jika  manusia dilindungi oleh Allah dari melakukan dosa-dosa besar, setan tidak putus asa, untuk terus menggoda.

Tahap keempat

Pemerangkapan  manusia  dengan  dosa-dosa  kecil.Jika  manusia selamat dari dosa-dosa kecil setan melangkah ketahap yang lain.

Tahap kelima

Penyibukan manusia dalam masalah-masalah yang mubah (boleh), sehingga  orang  itu  menghabiskan  waktunya  untuk  hal  yang mubah, tidak sibuk dalam hal yang berpahala, yang kita semua diperintahkan untuk mengamalkannya.

Tahap keenam

Penyibukan  manusia  dalam  urusan-urusan  sepele  sehingga  ia tinggalkan persoalan-persoalan yang lebih penting dan yang lebih baik.  Misalnya,  sibuk  dengan  amalan  sunnah,  meninggalkan amalan wajib .

JERAT-JERAT  SETAN  ITU  TIDAK  TERHITUNG  JUMLAHNYA.

Diantaranya:

A. mengadu domba sesama muslim dan buruk sangka

dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori Rasulullah bersabda : ” Sesungguhnya iblis telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang sholeh, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka.”

Yakni  setan  menyebarkan  permusuhan,  kebencian dan  fitnah  di antara mereka.

Buruk  sangka  itu  biasanya  datangnya  dari  setan,  sebagaimana hadist Shafiyyah binti Huyay [istri Rasulullah] bekata : “Ketika Rasulullah  sedang  beri’tikaf  di  masjid,  saya  mendatanginya  di suatu malam dan bercerita. Kemudia saya pulang diantar beliau. Ada  dua  orang  anshor  berjalan  dan  ketika  keduanya  melihat Rasulullah  mereka  mempercepat  jalannya,  rasululah  berkata: “Pelan-pelanlah.  Dia  itu  Safiyah  binti  Huyay”.  Mereka  berkata: Maha suci Allah , Rasulullah!” Rasulullah bersabda . “Sesungguhnya setan  berjalan  di  tubuh  anak  adam  pada  peredaran  darah,  aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua, sehingga timbul prasangka yang buruk.” (Bukhori 4:240,Muslim 2174-2175)

Setan itu suka mengadu domba antar sesama kita sebagaimana dijelaskan oleh  hadist  yang  diriwayatkan  Sulaiman  bin  Sird,  Ia berkata: “Saya pernah duduk bersama Rasulullah di sana ada dua orang  yang  sedang  saling  mencaci.  Salah  satu  dari  keduanya wajahnya merah dan ototnya mengeras karena marah.”Rasulullah besabda  :  “  Akan  aku  ajarkan  satu  kalimat  yang  dapat menghilangkan  marah  ketika  diucapkan.  Seandainya  dia mengucapkan:  “Aku  berlindung  kepada  Allah  dari  setan  yang terkutuk”, maka hilanglah marahnya.” (Bukhori 10:431)

B. Menghiasi Bid’ah bagi manusia

Setan mendatangi manusia dengan mengatakan bahwa bid’ah itu sesuatu  yang  indah  seraya  mengatakan:  “Sesungguhnya manusia di zaman ini sudah meninggalkan ibadah dan sulit dikembalikan.  Mengapa  kita  tidak  mengerjakan  sebagian peribadahan  lalu  kita  bagus-baguskan  dengan  tambahan dari kita agar manusia mau kembali beribadah?”.  Kadang-kadang  setan  mendatangi  dengan  cara  penambahan  terhadap ibadah  yang  ada  dalam  sunnah  rasulullah.  Lau  berkata, “tambahan kebaikan tentu merupakan kebaikan juga. Maka tambahlah dalam sunnah tersebut suatu bentuk ibadah yang mirip  dengan  sunnah  ,  atau  sandarkan  ibadah  baru  pada sunnah tersebut.”  Sebagian  manusia  lain  didatangi  dengan  bujukan,

“Sesungguhnya manusia sudah jauh dari Dien ini, mengapa tidak  kita  buat  hadist-hadist  yang  dapat  menakut-nakuti mereka  ?”…Maka  orang-orang  mengarang  hadist  palsu  yangndisandarkan  pada  Rasulullah  sambil  berdalih,  “kami  memang berdusta , namun kami bukan berdusta menentang Rasulullah saw melainkan berdusta dalam rangka membela beliau?!”

Mereka  berdusta  membela  Rasulullah  ???!!  Dikaranglah  oleh mereka  hadist  untuk  menakut-nakuti  manusia  dari  neraka, memberikan manusia gambaran dengan cara-cara aneh. Demikian pula mereka menggambarkan surga dengan cara aneh pula!

Kita  menegetahui  bahwa  ibadah  itu  adalah  taufiqiyah,  yaitu mengambilnya dari Rasulullah sebagaimana petunjuk Allah yang datang kepada beliau, tidak  boleh kita tambahi atau kita kurangi.  Kelakuan  yang  mereka  lakukan  itu adalah bid’ah dari karangan setan.

C. Membesar-besarkan satu aspek atas aspek lainnya

Kadang seseorang terjatuh pada banyak dossa-dosa dan maksiat, namun dia tetap sholat sebagai alasan penutup kekurangannya itu. Dia berdalih bahwa shalat itu adalah ‘imaadud-dien (tiang agama), yang  pertama  kali  di  Hisab di  Hari  Perhitungan  (Akhirat),  maka  tidak mengapa dirinya jatuh dalam sebagian maksiat. Dia menjadikan sesuatu yang paling agung, untuk menghalalkan kekurangannya  dalam  ibadah-ibadah  lain.  Dibesar-besarkanya urusan shalat atas lainnya.!

Benar  bahwa  shalat  adalah  ‘imadud-dien,  namun  bukan keseluruhan kandungan Dien ini! Setanlah yang mendatangi orang ini untuk menghalalkan kekuragan dirinya!

Kadang  setangpun  mendatangi  seorang  manusia  lain  untuk mengatakan, “Dien ini adalah muamalah (pergaulan/akhlak yang baik)…. Yang paling penting kamu baik terhadap manusia jangan mendustai  atau  menipu  mereka  walaupun  kamu  tidak  shalat, bukankah Rasulullah bersabda : “Bahwa Dien ini adalah muamlaah ‘?”

Kadang didatanginya seorang lain dengan bujukan , “yang paling penting adalah berniat baik!Asal aku lalui waktu malamku tanpa menyimpan dengki dan kebencian pada manusia, cukuplah sudah .’Akhirnya  orang  tersebut  meninggalkan  banyak  amalan-amalan shaleh, mencukupkan diri dengan niat baik saja! Demikian  pula  dalam  tataran  kelompok  ketika  kamu  lihat segolongan orang berkata: “Hal terpenting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin  dan  keadaan  musuh-musuh  mereka.  Dengan  demikian hal paling penting adalah masalah-masalah politis. Kita hidup di  zaman  orang-orang  berdasi  dan  berdiplomasi  bukan  di zamannya arab padang pasir”

Demikianlah  pendukung  kelompok  ini  mengetahui  segala  hal tentang Komunisme,  Free  masonry,  bahaiah,  Qadiyaniah,dll.Kemudian  kamu  Tanya  tentang  islam  mereka  tidak paham sedikitpun!

Sebaliknya dari  kelompok  tadi,  ada  kelompok  yang  membesar-besarkan  masalah  peribadatan.  Mereka  berpendapat,  “Hal terpenting adalah hubunganmu kepada Allah, yaitu shalat. Kamupun  harus  zuhud  dan  bertaqwa,  lemparkan  urusan-urusan lain, selain aspek-aspek keruhanianmu!”

Datang pula kelompok lain , yang benar-benar ada dalam medan dakwah islam sekarang , dengan pendapat, “Hal paling penting adalah  menyatukan  barisan  kaum  muslimin.  Allah  Azza wajalla  berfirman  yang  artinya;  “Dan  berpeganglah  kepada  tali (agama)  Allah,  secara  bersama-sama,  dan  janganlah  kalianbercerai-berai.”(Q.S. Ali ‘Imran:103).

Mereka menjadikan persatuan hal paling penting walaupun dibandingkan  masalah  aqidah!  Mereka  berbicara  kepada manusia yang beraqidah meyelisihi aqidah kita, mengklaim bahwa kita  harus  bersatu,  karena  kita  sekarang  berada  di  zaman berkuasanya musuh-musuh atas kita! Memang benar kita harus bersatu, namun persatuan di atas asas-asas, bersatu di atas Dien. Bukan bersatu dalam kekacauan an perbedaan aqidah.

D. Menunda-nunda dan tergesa-gesa

Imam ibnul jauzi dalam buku “Talbis iblis” berkata, “betapa banyak orang  yang bertekad teguh,  dibuat  menanti-nanti”,  yaitu  dibuat berkata “nanti saja” oleh setan. Ibnul Jauzi melanjutkan, “betapa banyak pula yang berusaha untuk berbuat baik dipengaruhi setan untuk menunda-nundanya.”

E. Kesempurnaan semu

Setan  mendatangi  manusia  untuk  menjadikannya  merasa sempurna, dengan berkata “kamu lebih baik dari orang lain. Kamu melakukan shalat, sementara orang lain banyak yang tidak shalat.” Kamu diarahkan setan agar memperhatikan orang-orang yang ada di  bawahmu  dalam  beramal  shaleh,  untuk  mencegahmu  dari beramal  lebih  baik.  Karena  kamu  sudah  melihat dirimu  sebagai manusia paling utama! Padahal  yang  dituntut  dari  kita  adalah  sebaliknya,  yaitu  kamu perhatikan orang yang puasa sunat Senin dan Kamis ketika kamu tidak  melakukannya,  atau  perhatikan  Fulan  yang  melakukan amalan-amalan sunat  ketika  kamu  belum  melakukannya.  Inilah yang dituntut darimu, yaitu melihat orang yang lebih darimu dalam amal shaleh.

F. Tidak menilai diri dan kemampuannya secara tepat

Setan membuat seseorang tergelincir dalam menilai dirinya dengan dua jalan:

1. Pandangan ujub dan menipu diri

Setan  berkata  “Kamu  sudah  mengerjakan  ini  dan  itu,  lihatlah kamu, beramal dan beramal…”. Maka berubahlah orang itu menjadi takabur dan tertipu oleh dirinya, akibatnya dia merendahkan orang lain dan menolak kebenaran. Dia akan menolak pula untuk rujuk dari kesalahnya. Dia akan menolak pula untuk duduk di majelis ilmu untuk belajar dari orang lain.

2. Tawadhu dan memandang diri hina dan rendah:

Di sini setan berkata, “Kamu harus tawadhu. Siapa yang tawadhu karena Allah, niscaya akan di tinggikan-Nya. Kamu tidak sepadan untuk perkara ini! Urusan ini hanya untuk orang berilmu tinggi saja! “, padahal setan bermaksud untuk menjauhkan dirimu dari tugas dakwahmu. Ini dari bab tawadhu, kamu akhirnya merendahkan dirmu samppai derajad dimana kamu merasa tak berguna pada kemampuanmu yang seharusnya kamu tampilkan, karena kita akan ditanya atassegala  kemampuan  dan  kekuatan  kita.  Kamu  harus mengungkapkan  kemampuanmu  tiu  karena  kalau  tidak  kamu gunakan kemampuanmu itu, niscaya kamu akan dihisab atasnya. Ini pada hakekatnya bukan tawadhu, tapi lari dari tanggung jawab, lari  adri  menunaikan  kewajiban.  Akan  tetap  seta  berkata kepadanya, “Tinggalkanlah bidang tiu untuk orang lain yanglebih baik darimu! Dakwah adalah amal yang mulia, amal bagi orang yang jenius yang amat langkadan yang mendalam ilmunya.” Kadang-kadang  setanpun  mendorong  manusia  merendahkan dirinya,dengan  mengacaukan  akalnya  untuk  terus-menerus berpikir,  “Apa  artinya  diri  saya  disbanding  syaikh  ini? Apalah artinya diriku dibandingkan dengan orang alim ini?” Dimandulkan akalnya sehingga tidak berfikir kecuali dengan fikiran Syaikhnya, dan  hanya  menerapkan  perkataan  Syekhnya  semata.  Jadilah Syaikhnya yang paling benar, dan yang lain salah. Mulailah dia mengagungkan manusia dan mengkultuskannya. Padahal  yang  pokok  bagi  kita  mengembalikan  semua  perkara kepada  syari’at  Allah,dan  orang  yang  didepanmu  itu  masih keliru.Karenanya  semua  perkataan  manusia  harus  ditimbang dengan Kalamullah dan sabda RasulNya

7. Tasyik(Menimbulkan keragu-raguan).

Diantara pintu masuk setan adalah membuat ragu dalam masalah niat,  dia  berkata  kepada  manusia,  “Kamu  riya’,  kamu  munafiq, kamu  beramal  karena  manusia”,  supaya  orang  ini meninggalkan amal.  Contohnya,  seseorang  ingin  bersedekah  kemudian dilihat  orang lain, dia berkata dalam hatinya, “Kalau aku bershadaqah terlihat olehnya,  dia  akan  menyangka  kau  riaya’.  Lebih  baik  aku  tidak memberikan shadaqah ini.”

Sesungguhnya memperbaiki niat itu diperintahkan, namun jangan sampai  kita  meninggalkan  amal.  Perbaikan  niat  justru  harus menjadikanmu beramal dan meningkatkannya. Al-Haristsbin Qays . ” Jika setan mendatangimu dalam shalat dan  membisikan  kepada  kamu  bahwa  kamu  riya’, perpanjanglah shalatmu.”

G. Takhwif (Menakut-nakuti)

Setan mempunyai dua metode dalam menakut-nakuti manusia:

1. Menakut-nakuti dari wali-wali setan

Disini setan menakut-nakuti manusia dari tentara dan wali-walinya, yaitu  para  pelaku  maksiat  dan  kejahatan.  Setan  berkata, waspadalah terhadap mereka, mereka punya kekuatan luar biasa.” Dengan ditakut-takuti, orang ini jadi meninggalkan amal.

Padahal  Allah  telah  berfirman  ;  ”Sesungguhnya  itu  tidak  lain hanyalah  setan  yang  menakut-nakuti  dengan  kawan-kawannya,karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tetap takulah kepada KU, jika kamu benar-benar orang-orang beriman.” (QS. Ali ‘imran:175).

2. Menakut-nakuti dari kefaqiran

Allah  Ta’ala  berfirman  yang  artinya:  “  Setan  menjanjikan (menakut-nakuti)  kamu  dengan  kefaqiran  dan  menyuruh  kamu berbuat kejahatan..”(QS. Al-Baqarah:268) Setan berkata kepada manusia: ” kalau kamu tinggalkan pekerjaan ini, dimana kamu kan mendapatkan pekerjaan yang lainnya? Kamu akan  menjadi  sangat  faqir.”  Maka  dia  menjadikan  takut  akan kefaqiran. Akhirnya orang itu mengerjakan perbuatan yang haram. Contohnya seorang muslim yang berdagang khamar ditertawakan oleh  setan  karena  sudah  berhasil  menipunya  melalui  pintu  ini. Padahal Allah telah berfirman ; ” dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah , niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan  memberikannya  rezki  dari  arah  yang  tidak  disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq:2-3)

Kita  dapati  para  pemakan  riba’  takut  akan  kefaqiran,  berkata: “Bagaimana aku hidup? Orang-orang sudah pada kaya, aku masih faqir”!!

Kadang-kadang setan pun menghiasi kebatilan pada juru dakwah, sehingga  menghalalkan  yang  haram,  dengan  alasan  untuk kemaslahatan dakwah kamu perlu berdusta! Setan  menghiasi  kebatilan  sebagai  kebenaran  dengan  argumen bahwa perkara ini diperlukan untuk kemaslahatan dakwah.

HAL-HAL YANG MELANCARKAN TUGAS SETAN

    • Kebodohan

Seorang yang berilmu lebih sulit di goda oleh setan daripada seribu ahli badah

    • Hawa nafsu, lemah keihlasan, dan lemah keyakinan

Allah  Ta’ala  berfirman  yang  artinya:  “  Iblis  berkata,  Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shaad:82- 83).

OBATNYA

1        Iman kepada Allah

Kita  harus  benar-benar  beriman  kepada  Allah  dan  bertawakal kepadanya, sebagaimana firmanNya: “sesungguhnya setan itu tidak  ada  kekuasaannya  atas  orang-orang  beriman  dan orang-orang yang bertawakal hanya kepada Rabb mereka saja.” (QS. An-Nahl:99)

    • Mencari ilmu syar’I dari sumber-sumbernya yang shahih

Dengan  ilmu  tentang  Al-Qur’an dan  As-Sunnah  seorang hamba akan  dapat  mengenal  batasan-batasan  Allah sehingga  dia  tidak akan tertipu oleh bisikan setan.

3.   Ikhas di jalan Dien ini

Allah  ta’ala  berfirman  yang  artinya:”  Iblis  berkata,  Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shaad:82-83). Dzikir  (ingat)  kepada  Allah  Ta’ala  dan  berlindung  dari godaan setan terkutuk Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Jika kamu ditimpa sesuatu godaan  setan,  maka  berlindunglah  kepada  Allah.  Sesungguhnya Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.” (Al-A’raaf:200)

Demikian pula pembacaan Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) dijelaskan dalam hadist keutaman keduanya untuk melindungi kita dan mencegah dari gangguan setan. Begitu pula pembacaan ayat kursyi, karena ayat ini dapat menjaga dari setan.

Wallahu a’lam

Sumber tulisan: Pengkaburan Setan, Maktabah Ummu Salma al-Atsari

file asli bisa di download disini >>> http://mujadied.wordpress.com/2009/12/30/strategi-setan/

(lihat dibagian bawah tulisan)

(read more ...)



Anda ingin menata hidup lebih baik….

Mendapatkan informasi penting….

dan memperluas wawasan keislaman Anda…?

Dapatkan SMS bimbingan secara gratis…!

Ketik        :        Bim#nama#kota domisili

Kirim ke :        0812 1000 9451 (tarif biasa)

Contoh    :       Bim#Andre#Jakarta

Kami akan segera mengirimkan pesan-pesan bimbingan berisi wawasan islami secara rutin dan gratis


Saudaraku…
Setiap manusia membutuhkan bimbingan…
Setiap kita harus berusaha menata hidup yang lebih baik…

Mendapatkan bimbingan yang mengarahkan hidup
ke jalan yang lurus, berilmu, dan menata diri menjadi pribadi
yang lebih islami, adalah suatu keniscayaan


* Setelah anda mendapatkan respon tausiyah bimbingan, forward pesan ini kepada rekan, sahabat, atau kerabat dekat Anda agar mereka dapat mengambil faidah dan Anda pun mendapat pahala….

HASMI
Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami
Jl. Raya Kapt. Yusuf, Purnama Tamansari Bogor
No. Telp: (0251) 8486089, 8389788. Fax: (0251) 8389788
www.hasmi.org

(read more ...)



Saudaraku, ketahuilah bahwa hati adalah ibarat sebuah benteng. Setan sebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa ingin memiliki dan menguasai benteng itu. Tidak mungkin benteng tersebut bisa terjaga selain adanya penjagaan yang ketat pada pintu-pintunya. Pintu-pintu tersebut tidak bisa terjaga kecuali jika seseorang mengetahui pintu-pintu tadi. Setan tidak bisa terusir dari pintu tersebut kecuali jika seseorang mengetahui cara setan memasukinya. Cara setan untuk masuk dan apa saja pintu-pintu tadi adalah sifat seorang hamba dan jumlahnya amatlah banyak. Pada saat ini kami akan menunjukkan pintu-pintu tersebut yang merupakan pintu terbesar yang setan biasa memasukinya. Semoga Allah memberikan kita pemahaman dalam permasalah ini.

Pintu pertama:

Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.

Pintu kedua:

Ini juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا غضب الرجل فقال : أعوذ بالله سكن غضبه
“Jika seseorang marah, lalu dia mengatakan: a’udzu billah (aku berlindung pada Allah), maka akan redamlah marahnya.” (As Silsilah Ash Shohihah no. 1376. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Pintu ketiga:

Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.

Pintu keempat:

Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat sebagaimana dalam hadits:

فَإِنَّ أَكْثَرَهُمْ شِبَعًا فِى الدُّنْيَا أَطْوَلُهُمْ جُوعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya orang yang lebih sering kenyang di dunia, dialah yang akan sering lapar di hari kiamat nanti.” (HR. Tirmidzi. Dalam As Silsilah Ash Shohihah, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Pintu kelima:

Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.

Pinta keenam:

Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَ العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Pintu ketujuh:

Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

Pintu kedelapan:

Yaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.

Pintu kesembilan:

Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam masalah paling urgen dalam agama ini yaitu masalah aqidah.

Pintu kesepuluh:

Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.

Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya.

Rujukan: Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Ibnu Qudamah Al Maqdisiy

(read more ...)



Menjelang tanggal 31 Oktober, perayaan Halloween hadir dengan simbol buah labu diukir yang diberi lampu. Orang-orang merayakannya dengan memakai kostum beraneka warna. Ada yang memakai baju bajak laut, baju nenek sihir, baju zombie, dll. Intinya semua berusaha tampil beda dengan kostum dari negeri antah berantah. Anak-anak pun pergi ke rumah-rumah tetangga untuk minta permen. Kalau gak diberi maka jendela atau rumahnya bakal diusili dengan dicoret-coret pakai sabun. Wah….benar-benar tindakan yang tidak sopan.

Memang sih, perayaan Halloween di Indonesia tidak seheboh hari Valentine. Tapi tetap saja, tradisi barat yang sangat tidak sesuai dengan Islam itu kini ternyata mulai diadopsi oleh banyak remaja muslim. Biasanya yang berusaha mengadopsinya ini adalah para mahasiswa/i jurusan bahasa asing, siswa-siswi yang kursus bahasa di lembaga yang banyak ‘bule’nya, atau bisa juga bukan mahasiswa bahasa dan juga bukan siswa kursus bahasa asing, tapi cuma ikut-ikutan aja.

Ini nih yang bahaya. Latah sekedar ikut-ikutan tanpa tahu makna dari perbuatan tersebut. Dulu ada teman yang ngotot mau menyelenggarakan perayaan Halloween di kampus. Alasannya biar semakin tahu dan meresapi budaya barat karena bahasanya pun bahasa barat alias Inggris. Wah….saya menentang habis-habisan tuh. Yang namanya belajar bahasa Inggris memang belajar budayanya juga. Tapi belajar budaya Inggris tidak sama dengan ikut-ikutan bin latah terhadap budayanya. Ini jelas-jelas dua hal yang berbeda.

Sebagai umat Islam, seharusnya kita menyandarkan semuanya pada Islam. Ketika belajar bahasa Inggris, niatkan tujuan itu adalah untuk kejayaan Islam, bukan sebaliknya. Gak asyik banget kalo belajar bahasa Inggris, eh malah latah ikut perayaan semacam Halloween, Christmas/natal, atau bahkan Valentine. Ih…enggak banget gitu loh.

Supaya kamu tak mudah diperdaya oleh mereka yang tergila-gila dengan budaya barat yang jahiliyah, kamu perlu tahu sejarah perayaan Halloween ini. Halloween ini berasal dari kebudayaan paganisme yaitu suatu kepercayaan kuno penyembah berhala. Tradisi ini kemudian diturunkan pada agama Kristen yang sudah tidak murni lagi sebagaimana dibawa oleh Nabi Isa as.

Halloween adalah tradisi orang Kelt (Irlandia) zaman kuno. Tanggal 31 Oktober ini bertepatan dengan berakhirnya musim panen. Tanggal ini juga diyakini bahwa pembatas antara orang mati dan hidup menjadi terbuka. Orang mati dianggap membawa penyakit dan merusak hasil panen. Jadilah orang-orang itu memakai baju menyerupai arwah-arwah untuk berdamai agar tidak diganggu lagi.

Ternyata, budaya barat yang selama ini dipuja oleh orang yang berpikiran sempit itu penuh dengan klenik dan khurafat yang gak masuk akal ya? Nah, masa iya yang kayak gini kamu mau ikut-ikutan? Kebangetan betul kalo iya. Ingat, semua perbuatan sekecil apa pun itu ada pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Jadi hati-hati kamu terpedaya oleh budaya jahiliyah semacam Halloween ini. Udah, bangga aja deh jadi remaja muslim dengan segala aturan Islam di dalamnya. Dijamin selamat dunia akhirat, insya Allah ^_^ (v-i)

(read more ...)